h1

BIAYA

Maret 29, 2009

Pengertian

Pengertian biaya tidak dapat dipisahkan dengan pengertian kos, asset dan rugi (loss). Bila kos tidak memenuhi definisi aset (dapat ditangguhkan pembebanannya terhadap pendapatan), kos tersebut dapat masuk sebagai biya atau rugi.

Ada 2 karakteristik yang melekat pada makna biaya:

· Aliran keluar atau penurunan aset

· Akibat kegiatan yang membentuk operasi utama yang

Selain dua karakteristik tersebut terdapat karakteristik lain yang bersifat sebagai konsekuensi, pendukung atau penjelas.

Penurunan Aset

Untuk dapat mengatakan bahwa biya timbul, harus terjadi transaksi atau kejadian yang menurunkan aset atau menimbulkan aliran keluar aset atau sumber ekonomik. Pemakaian bahan baku untuk pembuatan produk tidak dapat disebut sebagai biaya kalau produk tersebut belum terjual, karena belum terjadi penurunan aset.

Operasi Utama Yang Menerus

Agar menjadi biya konsumsi tersebut harus berkaitan dengan kegiatan utama atau sentral kesatuan usaha. Sentral kesatuan biya adalah kegitan penciptaan pendapatan (laba) yang direpresentasi dalam kegitan memproduksi/mengirim barang dan menyerahkan/melaksanakan jasa. Biaya dalah penurunan aset yang berkaitan dengan operasi dan bukan dengan investasi dan pendanaan.

Kenaikan Kewajiban

Kam (1990) menyarankan frasa “using up of assets” (pemanfaatan aset). Gagasan Kam justru relevan untuk mendukung pendefinisian biaya sebagai kenaikan kewajiban. Bila barang dan jasa telah dimanfaatkan oleh prusahaan tetapi perusahaan tidak mengakui sebagai aset sebelumnya atau perusahaan belum mengakui kewajiban atas penggunaan barang dan jasa yang dikuasai pihak lain, perusahaan mempunyai keharusan untuk membayar atau melakukan pengorbanan sumber ekonomik di masa datang sehingga kewajiban timbul.

Penurunan Ekuitas

Definisi APB dan IAI secara eksplisit menyebutkan bahwa penurunan aset akhirnya akan mengubah ekuitas ( can change owners’ equity) tau menurunkan ekuitas ( result in decreases inequity). Pendefenisian sebenarnya menegaskan bahwa akuntansi menganut konsep kesatuan usaha sehingga ekuitas secara konseptual adalah utang perusahaan kepada pemilik. Turunnya aset sebagai biya harus mengakibatkan turunnya ekuitas.

Aliran Fisis atau Moneter?

Definisi biaya oleh FASB sebagai aliran keluar aset atau pemanfaatan aset tidak secara tegas membatasi apakah aliran atau pemanfaatan tersebut bersifat fisis atau moneter. Bila aset diganti dengan barang dan jasa, aliran tersebut jelas menurunkan alirin fisis. Biaya seharusnya didefinisi sebagai perubahan atau penurunan nilai sehingga timbulnya biaya harus merupakan kejadian moneter (monetary event).

Rugi

Sebagai makna lawan untung, kata-kata kunci yang melekat pada pengertian rugi adalah:

· Penurunan ekuitas (aset bersih)

· Transaksi periferal atau insidental

· Selain apa yang didefinisi sebagai biaya atau selain distribusi ke pemilik

Untuk disebut rugi, kejadian yang menimbulkan harus periferal atau insidental atau di luar kendali manajenen. Seperti untung, empat sumber rugi yang diidentifikasi FASB adalah (SFAC No.6, pgr.85):

· Periferal dan insidental

· Transfer nontimbal-balik

· Penahana aset

· Faktor lingkungan

Pengakuan Biaya

Pengakuan biya tidak dibedaka denga pengakuan rugi. biya dan rugi tidak mengalami masalah pembentukan dan realisasi. Kriteria pengakuan tidak dibedakan dengan kaidah pengakuan sehingga masalah pengakuan biaya (rugi) adalah kapan penurunan nilai aset dapat dikatakan telah terjadi atau kapan biya (rugi) telah timbul sehingga jumlah rupiah biaya (rugi) dapat diakui.

Kriteria Pengakuan

Biaya atau rugi pada umunya diakui bilamana salah satu dari dua kriteria berikut dipenuhi (SFAC No. 5, prg. 85):

· Konsumsi manfaat (consumption of benefits)

· Lenyapnya atau berkurangnya manfaat masa datang (loss or lack of future benefits)

Kaidah Atau Saat Pengakuan

Sebagai pedoman bagi penyusun standar atau manajemen, perlu dirumuskan pedoman umum pada saat pengakuan di tingkat rerangka konseptual. FASB memberikan pedoman umum berikut :

1. Konsumsi Manfaat

Konsumsi manfaat ekonomik selama suatu perioda dapat diakui langsung pada saat terjadinya atau diakui bersamaan dengan pengakuan pendapatan yang berkaitan.

2. Lenyapnya atau berkurangnya manfaat masa datang

Biaya atau rugi diakui bila telah menjadi nyata atau jelas bahwa manfaat ekonomik masa datang suatu aset yang diakui sebelumnya telah berkurang atau lenyap atau bahwa kewajiban timbul atau bertambah tanpa adanya manfaat.

Kaidah Pengakuan APB

Hal ini dinyatakan oleh APB sebagai berikut (APB Statemen No. 4, prg. 157-160) :

a. Mengasosiasi sebab dan akibat (associating cause and effect)

b. Alokasi sistematik dan rasional (systematic and rational allocation)

c. Pengakuan segera (immediet erecognition)

Hubungan Kos dan Biaya

Beberapa sumber mendefinisi biaya dalam kaitannya dengan pengertian kos karena biaya memang tidak dapat dipisahkan dengan kos. Perlu ditegaskan kembali bahwa kos adalah pengukur biaya atau biaya didepresentasi dengan kos sehingga secara teknis dan praktis biaya sering disebut kos saja.

Proses dan Konsep Penandingan

Untuk menentukan laba yang bermakna, perlu dipahami dua pengertian penting yaitu proses penandingan dan konsep atau prinsip penandingan. Proses penandingan adalah proses penentuan laba dengan cara mengukur atau menakar dahulu pendapatan. untuk suatu perioda dan barulah kemudian menentukan biaya yang berkaitan dengan pendapatan tersebut. Konsep atau prisis penandingan adalah dasar pemikiran untuk menghubungkan pendapatan dengan biaya sehingga laba yang dihasilkan bermakna.

Kelayakan Ekonomik

Penandingan yang tepat harus didasarkan pada kelayakan ekonomik dan bukan fisis. Memang penandingan menuntut identifikasi konsumsi manfaat aset atau jasa secara fisis tetapi nilai aset atau jasa yang dikonsumsi juga harus ditentukan secara tepat dengan memperhatikan kondisi yang melingkupinya. Jadi, dasar penandingan yang paling utama adalah kelayakan ekonomik bukannya dasar aliran fisis semata-mata.

Menandingkan Bukan Mengkompensasi

Aliran kos dan pendapatan berbeda dan keduanya mencerminkan dua faktor yang berbeda sehingga tiap faktor harus ditunjukkan secara utuh sesuai dengan fungsinya. Pos yang satu tidak layak dikompensasikan dengan pos yang lain. Penyimpangan terhadap prinsip ini jelas akan mengaburkan faktor-fator penting dalam penentuan laba walaupun besarnya laba tidak terpengaruh.

Basis Asosiasi

Berbagai basis asosiasi dibahas berikut ini :

a. Asosiasi Sebab Akibat

Basis penandingan yang masuk akal adalah sebab akibat walaupun basis ini lebih merupakan asumsi daripada kenyataan karena dalam banyak hal sulit untuk dibuktikan secara meyakinkan bahwa biaya menyebabkan pendapatan. Ada bebrapa masalah dalam penandingan yaitu :

· Identifikasi Kos Produk

Karena produk terjual merupakan takaran penandingan, kos produk akan pecah menjadi dua komponen yaitu kos produk yang telah terjual dan kos produk yang belum terjual dan masih menjadi aset perusahaan. Tidak semua unsur kos produksi dapat secara langsung dikaitkan dengan unit fisis produk atau dengan suatu angkatan produksi.

· Produk Usang atau Musiman

Paton dan Litleton menegaskan bahwa penandingan harus didasarkan pada kelayakan ekonomik. Dalam keadaan yang khusus sebagaian kos sediaan barang yang tidak terjual dalam suatu perioda secara logis dapat dijadikan komponen kos barang terjual.

· Barang Rusak

Bila kerusakan produk merupakan hal yang normal atau bahkan merupakan prasyarat untuk menghasilkan barang dengan kualitas baik, kos barang yang rusak dapat dianggap sebagai upaya menghasilkan pendapatan.

· Identifikasi Kos Nonproduk

Kalau penandingan atas dasar sebab akibat akan dipertahankan maka secara logis tidak seluruh kos nonproduksi akan dibebankan sebagai biaya.

· Biaya Antisipasian

Biaya antisipasian adalah biaya yang dianggap menyebabkan timbulnya pendapatan tetapi baru terjadi setelah pendapatan diakui. Bila penandingan sebab akibat dipertahankan, kos semacam itu harus diantisipasi dan diakui pada perioda terjadinya penjualan meskipun kos belum terjadi.

b. Alokasi Sistematik dan Rasional

Alokasi sistematik dan rasional merupakan proses penandingan dengan perioda sebagai penakar pendapatan dan biaya. Proses ini sering disebut penandingan perioda.

Kriteria Penangguhan

Ø Apakah kos jasa tersebut merupakan pengeluara yang sah?

Ø Apakah kos jasa tersebut merupakan peneluaran yang normal dan wajar?

Ø Apakah kos jasa tersebut merupakan suatu faktor yang manfaat atau kontribusinya untuk masa datang secara mudah dapat diantisipasi?

Ø Apakah kos jasa tersebut merupakan jenis pengeluaran yang terjadi berulang-ulang tiap perioda?

Alokasi Kos Bergabung dan Bersama

Karena karakteristik operasi perusahaan pada umumnya, penentuan kos produk secara tepat membutuhkan alokasi untuk kos bergabung atau kos bersama betapapun dasar alokasi tersebut agak bersifat arbitrer.

Alokasi Bukan Sarana Pemeratan Laba

Dengan metoda ini, kos overhead dibebankan ke produk atas dasar tarif taksiran untuk suatau perioda. Tujuannya adalah agar kos produksi untuk perioda interm (bulanan) menggambarkan kos yang tepat dibanding kos aktual perioda tersebut.

Pendekatan Nonalokasi

Thomas (1987) menyatakan bahwa alokasi hanya dapat dipertahankan bila tiga karakteristik berikut dipenuhi :

· Keterlambatan (additivity)

· Ketakraguan (unambiguity)

· Keterpertahankanan (defensibility)

c. Pemebebanan Arbitrer

Penandingan arbitrer tidak selalu berkaitan dengan pengakuan rugi. Kos suatu potensi jasa akan segera diakui sebagai biaya atau rugi kalau terbukti bahwa manfaat ekonomiknya menjadi lenyap atau berkurang.

Penandingan dan Penyajian Pos-Pos Biaya

Idealnya tiap jenis produk menyerap semua jenis kos operasi. Akan tetapi, karena tidak mudahnya untuk menghubungkan secara layak kos kogiatan nonproduksi ke produk, penakar yang umum dipakai adalah perioda.

Sediaan

Masalah pengukuran dan penilaian sediaan pada akhir perioda dapat dinyatakan sebagai berikut :

1) Penentuan besarnya kos barang terjual untuk ditandingkan dengan penjualan sehingga dapat ditentukan besarna laba perusahaan

2) Penentuan nilai sediaan sebagai unsur aset lancar perusahaan

Metoda Asosiasi

Metoda asosiasi atau asumsi aliran kos yang telah dikenal adalah :

· Identifikasi khusus

· FIFO

· Rata-rata berbobot

· Sediaan normal/minimal

· LIFO

Fasilitas Fisis

Dalam hal fasilitas fisik, kos yang terjadi pada saat pemerolehan pada umumnya diakui sebagai biaya sesuai dengan pola penyerapan manafaat yang terpresentasi dengan kos.

Karakteristik dan Tujuan Pelaporan

Fasilitas fisik mempunyai karakteristik berikut :

· Berwujud fisis dan dikuasai oleh perusahaan untuk mengolah dan memperlancar kegiatan operasi perusahaan

· Pada umumnya berumur panjang walaupun terbatas sehingga perlu penggantian

· Bernilai bagi perusahaan lantaran kekuasaan atau hak perusahaan untuk menggunakannya bukan lantaran hak miliknya

· Pada umumnya merupakan aset nonmoneter dan manfaat yang dapat diberikan berupa potensi jasa bukan daya beli atau ketertukaran

Istilah

Istilah yang digunakan untuk menunjukaset yang mempunyai karakteristik diatas tentunya harus cukup deskriptif untuk memudahkan klasifikasi.

Basis Pembebanan

Kos daya atau kapasitas fasilitas fisis tersebut jelas harus diserap menjadi bagian kos produksi dan akhirnya menjadi beban pendapatan.

Makna Depresiasi

Berbagai pemaknaan atau interpretasi terhadap depresiasi antara lain:

· Depresiasi sebagai proses akumulasi dana

· Depresiasi sebagai pemulihan investasi

· Depresiasi sebagai proses penilaian

· Depresiasi sebagai sarana penandingan kos dengan kontribusi pendapatan neto.

Metoda Alokasi

Metoda yang paling rasional adalah metoda yang mendasarkan diri pada aliran penyerapan kapasitas jasa tersebut. Suatu kebijakan depresiasi yang sitematik dan logis didasarkan atas berbagai kemungkinan dan faktor yang melingkupi fasilitas fisis bersangkutan.

Hubungan Depresiasi dan Laba

Besarnya biaya depresiasi bergantung pada besarnya pendapatan dalam perioda tertentu. Implikasinya adalah dalam hal pendapatan cukup kecil, akan terjadi semacam penundaan biaya depresiasi.

Koreksi Terhadap Kesalahan Taksiran

Mengingat kesulitan dalam meramalkan saat pemberhentian unit fasilitas fisis, program depresiasi tidak memberikan hasil yang sama persis dengan kenyataanya setelah berjalannya waktu.

Tanah

Apakah tanah perlu didepresiasi tergantung pada karakteristik atau fungsi tanah dalam operasi perusahaan. Kos tanah tidak perlu didepresiasi menjadi biaya operasi.karena karakteristik kos tanah sebagai investasi permanent, tanah tersebut perlu dipisahkan dari fasilitas fisis lain yang dapat didepresiasi dalam pelaporannya.

Tanah Bukan Hak Milik Permanen

Kos tanah sewaguna, tanah hak guna bangunan (HGB), atau bentuk investasi nonpermanen lainnya dalam bentuk tanah harus segera sistematik dibebankan ke produksi selama umur ekonomik atau selama jangka kontrak.

Sumber Alam

Sumber alam yang akan habis melalui proses penambahan dan tidak dapat diperbaharu atau diganti sering disebut dengan “aset habis pakai”.

Aset Takberwujud

Dua jenis aset takberwujud yaitu :

· Goodwill

· Kos organisasi

Penyajian Biaya

Penyajian biaya tidak dapat dilepaskan dari penyajian pendapatan dan sarana untuk itu adalah statemen laba-rugi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: