h1

HUTANG

Maret 29, 2009

Pengertian :

Hutang meliputi semua kewajiban yang ada pada tanggal neraca untuk menyerahkan sumber-sumber economi,baik berupa kas,aktiva selain kas maupun jasa,pada periode yang akan datang sebagai akibat transaksi masa lalu.

Menurut prinsip akuntansi indonesia,semua hutang yang sudah diketahui,baik yang jumlahnya dapat diketahui secara tepat maupun belum harus disajikan sedemikian rupa di dalam neraca,sehingga bila dihubungkan dengan komponen neraca lainnya akan tergambar posisi keuangan perusahaan secara layak,baik pada awal amupun akhir periode tertentu.

Berdasarkan dimensi waktu penyelesaian nya hutang perusahaan dikelompokan menjadi dua yaitu hutang lancar dan hutang tidak lancar.

a. Hutang lancar(current liabilities)

Hutang ini meliputi semua hutang perusahaan yang diperkirakan akan diselesaikan dalam jangka waktu satu tahun atau kurang dilihat dari tanggal neraca,dengan menggunakan sumber-sumber yang termasuk aktiva lancar,atau dengan menerbitkan hutang lancar baru.

Komponen dari hutang lancar, antara lain:

a. Hutang dagang atau hutang usaha (account payable)

Hutang dagang atau hutang usaha adalah hutang lancar yang timbul dari pembelian kredit atas barang dagangan,bahan atau jasa yang diperlukan perusahaan,dimana tidak disertai jani formal adari perusahaan untuk pelunasan nya. Hutang dagang akan disajikan didalam neraca atas dasar jumlah kas yang akan dibayar pada waktu tanggal jatuh tempo.

b. Hutang wesel atau wesel bayar (notes payable)

Adalah hutang perusahaan kepada pihak lain yang disertai kesanggupan atau janji formal dari perusahaan untuk melunasinya dalam jangka waktu satu tahun atau kurang dilihat dari tanggal neraca.

c. Transitoris pasip atau hutang penghasilan

Adalah hutang jangka pendek perusahaan yang timbul karena perusahaan telah menerima pembayaran dimuka atas penghasilan yang belum menjadi hak nya.

Elemen hutang penghasilan antara lain:

Hutang penghasilan bunga

Hutang penghasilan sewa

Uang muka langganan

d. Hutang biaya (accrued payable)

Adalah biaya yang masih harus dibayar yang masih harus dibayar adalah hutang jangka pendek perusahaan yang timbul karena perusahaan telah menerima jasa dari pihak lain, akan tetapi sampai tanggal neraca balas jasanya belum dilunasi atau diberikan oleh perusahaan.

Elemen hutang biaya:

Hutang gaji

Hutang biaya bunga

Hutang biaya sewa

e. Hutang jangka pendek lain-lain

Meliputi semua hutang perusahaan yang diperkirakan akan selesai dalam jangka waktu satu tahun atau kurang dilihat dari tanggal neraca,tetapi tidak dapat dimasukan kedalam hutang jangka pendek.

b. Hutang tidak lancar

Dikenal juga dengan hutang jangka panjang yang meliputi semua hutang yang akan jatuh tempo dalam jangka waktu lebih dari satu tahun terhitung sejak tanggal neraca.

Hutang ini pada umumnya timbul karena perusahaan memerlukan dana yang jumlahnya cukup besar misalnya unutk membelanjai perluasan usaha.

Hutang jangka panjang ini biasanya didukung perjanjian formal antara perusahaan sebagai debitur dengan pemberi dana (kreditur) serta didukung dengan persetujuan dari pemegang saham.

KAS

Kas meliputi saldo uang tunai dan saldo rekening goro bank yang dimiliki perusahaan serta elemen-elemen lainnya yang dapat dipersamakan dengan kas. Syarat suatu elemen dapat dipersamakan dengan kas adalah:

a. Dapat diterima setiap saat sebagai alat pembayaran khususnya di dalam lingkungan business

b. Dapat disetorkan sebagai atau kedalam rekenig giro di bank pada setiap saat sesuai dengan nilai nominalnya.

Elemen yang termasuk kas meliputi:

1. Kas pada perusahaan (cash on hand)

Terdiri dari:

a. Uang tunai meliputi uang ligam dan kertas yang dimiliki perusahaan.

b. Check yang diterima sebagai alat pembayaran dari pihak lain tetapi oleh perusahaan belum diuangkan atau disetor sebagai rekening giro dibank.

c. Elemen-elemen lain nya yang dapat dipersamakan dengan kas,misalnya: pos wesel, bukti kiriman uang yang belum di uangkan,bank draft,money order dan sebagainya.

2. Kas di bank (cash in bank)

Kas dibank adalah semua saldo rekening giro bank yang dimiliki perusahaan dan dapat digunakan setiap saat sebagai alat pembayaran dengan menggunakan check atau permintaan transfer uang.

Didalam praktek seringkali ada elemen yang tidak merupakan kas tetapi dimasukan sebagai elemen kas, sehingga elemen tersebut perlu dipisahkan dengan kas. Elemen-elemen yang tidak termasuk kas misalnya:

1. Kas bon

Kas bon atau uang muka intern adalah merupakan bukti pengambilan uang kas yang dilakukan oleh petugas perusahaan untuk melakukan pembayaran kepada pihak luar yang jumlahnya belum dapat dipastikan dan bukti-bukti pendukung nya baru piperoleh jika sudah dibayar

Bukti kas bon tidak dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran dan tidak dapat disetorkan kedalam rekening giro perusahaan di bank, maka kas bon bukan merupakan elemen kas.

2. Persediaan perangko dan meterai

Persediaan perangko dan materai seringkali di dalam praktek dimasukan sebagai elemen kas. Hal ini tidak benar karena persediaan perangko dan meterai tidak dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran dan tidak dapat disetorkan ke dalam rekening giro dibank.

3. Check bertanggal mundur (postdated check)

Check bertanggal mundur adalah check yang diterima perusahaan dari pihak lain pada tanggal tertentu tetapi dibubuhi tanggal yang selang beberapa waktu kemudian dibandingkan dengan penerimaan check tersebut.

4. Check yang tidak cukup dana nya

Check yang diterima oleh perusahaan dari pihak lain dapat merupakan check yang tidak cukup dana nya dan bahkan mungkin merupakan check kosong,sehingga check tesebut tidak dapat di uangkan atau disetor kedalam rekening giro dibank.

5. Deposito berjangka (times deposit)

Deposito berjangka adalah simpanan di bank yang pengambilannya terikat pada peraturan-peraturan dan jangka waktu tertentu, sehingga simpanan tersebut tidak dapat diambil atau di uangkan setiap saat sesuai dengan nilai nominalnya.

6. Kas dibatasi pemakaian nya

Didalam perusahaan bisa terdapat kas yang dibatasi pemakaian nya untuk tujuan khusus misalnya untuk pelunasan hutang jangka panjang,untuk ekspansi dan untuk pembayaran deviden.

7. Rekening giro diblokade

Simpanan giro perusahaan dapat diblokade oleh pihak yang berwenang karena alasan-alasan tertentu.

8. Investasi jangka pendek

Karena investasi jangka pendek bertujuan untuk menghindari kas yang mengganggur, didalam praktek sering kali investasi jangka pendek diperlukan atau disajikan sebagai elemen kas. Perlakuan atau penyajian itu tidak benar karena investasi jangka pendek tidak dapat secara langsung dipakai sebagai alat pembayaran pada setiap saat dan tidak dapat disetorkan ke bank kedalam rekening giro, jadi investasi jangka pendek merupakan elemen kas.

9. Piutang wesel

Piutang wesel yang diserahkan kepada bank untuk ditagihkan kepada pihak lain seringkali sudah dimasukan sebagai elemen kas di bank.

10. Bank overdraft

Timbul apabila perusahaan telah melakukan pembayaran dengan check melebihi saldo rekening giro di bank, sehingga catatan kas di bank yang diselenggarakan perusahaan bersaldo kredit.

Perencanaan dan Pegawasan kas

Kegiatan pokok manajemen didalam perencanaan dan pengawasan kas meliputi:

1. Perencanaan aliran kas

Salah satu tanggung jawab penting managemen adalah menyediakan kas yang cukup untuk kegiatan perusahaan secara efisien didalam periode akuntansi tertentu. Menyediakan kas yang cukup berarti bahwa perusahaan tidak mengalami kekurangan kas sehingga mengganggu likuiditas perusahaan,tetapi juga jangan sampai perusahaan mengalami kelebihan kas sehingga penggunaan kas tidak efisien karena sebagian kas menganggur.

2. Pengawasan atas penerimaan dan pengeluaran kas

Secara umum prinsip pengawasan kas adalah sebagai berikut:

a. Dipisahkan antara fungsi pencatatan kas dengan fungsi pengelola pisik kas( kasir),apabila memungkinkan dipisahkan pula antara fungi pengelola phisik penerimaan kas dengan pengeluaran kas.

b. Meletakan tanggung jawab pengelola kas pada pejabat atau petugas tertentu dalam perusahaan.

c. Semua transaksi penerimaan dan pengeluaran kas harus didukung oleh bukti yang sah, yaitu bukti yang disahkan atau ditanda tangani oleh pejabat yang berwenang.

d. Mengefektifkan pemakaian rekening giro bank.

e. Sering dilakukan perhitungan phisik tetapi dalam internal waktu yang tidak tetap dan bersifat mendadak.

f. Secara periodik disusun laporan ringkasan kegiatan yang berhubungan dengan kas.

g. Penggunaan alat-alat elektronis dan mekanis untuk mengelola dan mencatat transaksi kas akan sangat membantu pengawasan kas.

Pengawasan terhadap penerimaan kas

Sistem dan prosedur penerimaan kas mengatur bahwa setiap transaksi penerimaan kas harus melalui ketentuan yang telah diatur sebelumnya. Sehingga penerimaan kas sah sesuai dengan yang dibayarkan oleh pihak lain kepada perusahaan,diterima tepat pada waktunya dan disimpan dengan aman.

Pengawasan terhadap pengeluaran kas

Sistem dan prosedur pengeluaran kas mengatur bahwa setiap transaksi pengeluaran kas harus melalui peraturan yang sudah ditentukan sebelumnya. Sistem dan prosedur tersebut untuk menjamin bahwa pengeluaran kas tesebut sah,dikeluarkan sesuai dengan tujuan perusahaan dan benar-benar diterima oleh yang berhak.

3. Penggunaan sistem voucher (bukti kas keluar)

Bukti kas keluar dibuat prenumbered dan dipakai nomor urut. Setiap pengeluaran kas harus menunjukan informasi:

a. tanggal pembayaran telah jatuh tempo

b. pihak yang berhak menerima pembayaran

c. tanda tangan pengesahan oleh kepala bagian atau kepala departemen

d. tanda tangan pengesahan oleh kepala bag. Akt

e. jumlah yang dibayarkan

f. rekening yang didebet dan kredit atas transaksi pembayaran tersebut.

4. Rekonsiliasi saldo rekening giro bank

Rekonsiliasi bank adalah perbandingan catatan rekening giro menurut rekening koran bank dengan catatan giro menurut perusahaan dengan tujuan untuk melakukan pengawasan rekening giro dan penyesuaian terhadap pencatatan nya.

Dari rekonsiliasi bank akan diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi perrbedaan antara rekening koran bank dengan catatan giro perusahaan,sehingga apabila timbul penyelewengan terhadap rekening giro diharapkan dapat diketahui perusahaan.

Didalam membuat rekonsiliasi bank harus disiapkan informasi kas yang meliputi:

a. rekening buku besar kas yang diselenggarakan perusahaan

b. rekening koran yang diterima perusahaan dari bank

c. penyusunan kertas kerja yang dipakai untuk membandingkan buku besar kas dengan rekening koran dari bank.

5. Pengawasan atas transaksi kas kecil

Dana kas kecil adalah kas dalam bentuk uang kertas atau logam yang disediakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran kas yang jumlahnya relatif kecil misalnya untuk pembayaran perangko materai,karcis bus kota dan lain-lain.

Dalam mengelola kas kecil, perusahaan dapat menggunakan dua sistem yaitu:

a. sistem tetap (imprest system)

kelebihan sistem ini adalah praktis untuk dipakai sedangkan kelemahan sistem ini adalah catatan akuntansi dan kas kecil yang tidak up todate atau tidak sesuai dengan pisik dana kas kecil,karna pengeluaran dana kas kecil belum dicatat sampai saat pengisian kembali.

b. sistem fluktuasi (fluctuating system)

kelebihan sistem ini adalah catatan akuntansi dana kas kecil up todate atau sesuai dengan pisik dana kas kecil karena setiap ada pengeluaran dana kas kecil dibuat jurnal pencatatan.

Kelemahan sistem ini adalah tidak praktis untuk dipakai, karena setiap terjadi pengeluaran dana kas kecil harus dibuat jurnal transaksi,padahal frekwensinya sering terjadi tetapi jumlahnya relatif kecil.

Disadur dari beberapa sumber.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: