h1

LABA (INCOME)

Maret 29, 2009

Tujuan Pelaporan Laba

Pengertian laba yang dianut oleh sistem struktur akuntansi sekarang ini adalah laba yang merupakan selisih pengukuran pendapatan dan biaya secara akrual. Apapun pengertian dan cara pengukurannya, laba akuntansi dengan berbagai interpretasinya diharapkan dapat digunakan antara lain sebagai :

1. Indikator efisiensi penggunaan dana yang tertanam dalam perusahaan yang diwujudkan dalam tingkat kembalian atas investasi

2. Pengukur prestasi atau kinerja badan usaha dan manajemen

3. Dasar penentuan besarnya pengenaan pajak

4. Alat pengendalian alokasi sumber data ekonomik suatu negara

5. Dasar penentuan dan penilaian kelayakan tarif dalam perusahaan publik

6. Alat pengendalian terhadap debitor dalam kontrak utang

7. Dasar kompensasi dan pembagian bonus

8. Alat motivasi manajemen dalam pengendalian perusahaan

9. Dasar pembagian dividen

Konsep Laba Konvensional

Hendriksen dan van Breda (1992) mengemukakan bahwa laba akuntansi yang sekarang berjalan (konvensional) masih problematik secara teoritis. Laba akuntansi mempunyai beberapa kelemahan berikut :

a. Laba akuntansi belum didefinisi secara semantik dan jelas sehingga laba tersebut secara intuitif dan ekonomik bermakna

b. Panyajian dan pengukuran laba masih difokuskan pada pemegang saham biasa atau residual

c. PABU sebagai pedoman pengukuran laba masih memberi peluang untuk terjadinya ketektaatasasan (inkonsistensi) antar perusahaan

d. Karena didasarkan pada konsep historis, laba akuntansi secara umum belum memperhitungkan pengaruh perubahan daya beli dan harga

e. Dalam menilai kinerja perusahaan secara keseluruhan, investor dan kreditor memandang informasi selain laba akuntansi juga bermanfaat atau bahkan lebuh bermanfaat sehingga ketepatan laba akuntansi belum menjadi tuntutan yang mendesak.

Konsep Laba Dalam Tataran Semantik

Konsep ini berkaitan dengan masalah makna apakah yang harus dilekatkan oleh perekayasa pelaporan pada simbol atau elemen laba sehingga laba bermanfaat dan bermakan sebagai informasi.

Pengukur Kinerja

Laba dapat diinterpretesi sebagai pengukur keefisienan bila dihubungkan dengan tingkat investasi karena efisiensi secara konseptual merupakan suatu hubungan atau indeks.

Konfirmasi Harapan Investor

Perekayasaan pelaporan juga berusaha menyediakan informasi untuk meyakinkan bahwa harapan-harapan investor atau pemakai lainnya di masa lalu tentang kinerja perusahaan memang terealisasi. Dengan demikian, laba dapat diinterpretasi sebagai sarana untuk mengkonfirmasi harapan-harapan tersebut.

Estimator Laba Ekonomik

Perekayasaan akuntansi mengharapkan bahwa laba akuntansi akan mendekati laba ekonomik atau paling tidak merupakan estimator yang baik untuk laba ekonomik. Artinya, perubahan laba akuntansi diharapkan merefleksi pula perubahan ekonomik perusahaan.

Makna Laba

Pemaknaan laba sebagai pengukur efisiansi, konfirmasi harapan investor, dan estimator laba ekonomik merupakan gagasan-gagasan untuk menemukan definisi laba yang tepat untuk tujuan akuntansi. Laba secara konseptual mempunyai karakteristik umum sebagai berikut :

a. Kenaikan kemakmuran yan dimiliki atau yang dikuasai suatu entitas

b. Perubahan terjadi dalam suatu kurun waktu (perioda) sehingga harus diidentifakasi kemakmuran awal dan kemakmuran akhir

c. Perubahan dapat dinikmati, didistribusi, atau ditarik oleh entitas yang menguasai kemakmuran asalkan kemakmuran awal dipertahankan.

Laba dan Kapital

Kapital dapat diasosiasi dengan sediaan atau potensi jasa. Jadi, kapital dapat dipandang sebagai sediaan kemakmuran pada saat tertentu. Sementara itu, laba dapat diasosiasi dengan aliran kemakmuran. Jadi, laba adalah aliran potensi jasa yang dapat dapat dinikmati dalam kurun waktu tertentu dengan tetap mempertahankan tingkat potensi jasa mula-mula.

Konsep Pemertahanan Kapital

Konsep ini dilandasi oleh gagasan bahwa entitas berhak mendapatkan kembalian/imbalan atau return dan menikmatinya setelah kapital dipertahankan keutuhannya atau pulih seperti sedia kala.

Konsep Laba dalam Tataran Sintaktik

Salah satu bentuk penjabaran makna laba secara sitaktik adalah mendefinisi laba sebagai selisih pengukuran dan penandingan antara pendapatan dan biaya. Paralel dengan masalah pengukuran pendapatan, terdapat dua kriteria atau pendekatan dalam pengukuran laba yaitu :

a. Pendekatan Transaksi

Dengan pendekatan ini, laba diukur dan diakui pada saat terjadinya transaksi (terutama transaksi eksternal) yang kemudian terakuimulasi sampai akhir perioda.

b. Pendekatan Kegiatan

Dengan pendekatan ini, laba dianggap timbul bersamaan dengan berlangsungnya kegiatan atau kejadian bukan sebagai hasil suatu transaksi pada saat tertentu.

Pendekatan Pemertahanan Kapital

Dengan konsep ini, laba merupakan konsekuensi dari pengukuran kapital pada dua titik waktu yang berbeda. Dengan konsep ini, elemen statemen keuangan diukur atas dasar pendekatan aset-kewajiban.

Pengukuran atau Penilaian Kapital

Pengukuran kapital pada dua titik waktu menimbulkan masalah konseptual karena dengan berjalannya waktu bebrapa hal yang bersifat ekonomik berubah dan harus dipertimbangkan yaitu uni atau skala pengukur dan dasar pengukuran. Hal lain yang menentukan cara menilai kapital adalah jenis kapital dan dasar penilaian.

Jenis Kapital

Terdapat dua jenis konsep kapital yaitu :

· Kapital finansial

· Kapital fisis

Skala Pengukuran

Skala pengukuran adalah unit pengukur yang dapat dilekatkan pada suatu objek sehingga objek tersebut dapat dibedakan besar-kecilnya (magnitudanya) dari objek yang lain atas dasar unit pengukur tersebut.

Skala Nominal

Skala nominal adalah satuan rupiah sebagaimana telah terjadi tanpa memperhatikan perubahan daya beli dengan berjalannya waktu akibat perubahan kondisi ekonomik.

Skala Daya Beli

Skala daya beli atau skala rupiah daya beli adalah skala untuk mengatasi kelemahan skala rupiah nominal.

Dasar atau Atribut Pengukuran

Kapital dapat diukur atas dasar berbagai atribut. Dua dasar penilaian penting yang berpaut dengan penentuan laba yaitu :

· Kos Historis (historical cost)

· Kos Sekarang (current cost)

Pengukuran Laba dengan Mempertahankan Kapital

Berbagai pendekatan penilaian kapital dan implikasinya terhadap penentuan laba antara lain :

a. Kapitalisasi aliran kas harapan

b. Penilaian pasar atas aset bersih penjualan

c. Setara kas sekarang

d. Harga masukan historis

e. Haraga masukan sekarang

f. Pemertahanan daya beli konstan

Konsep Laba dalam Tataran Pragmatik

Tataran pragmatik dalam teori komunikasi berkepentingan untuk menentukan apakah pesan sampai kepada penerima dan mempengaruhi perilaku sebagaimana diarah. Bila dikaitkan dengan laba, tataran ini membahas apakah informasi laba bermanfaat atau apakah infomasi laba nyatanya digunakan.

Prediktor Aliran Kas ke Investor

Harus ada hubungan logis antara laba dan aliran kas keinvestor dan kreditor yang akan membantu dalam mengembangkan model untuk memprediksi aliran kas ke mereke guna menilai investasi atau kapitalnya. Aliran kas yang diterima diharapkan investor akan dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan untuk menciptakan kas yang cukup untuk :

· Membayar semua kewajiban pada saatnya

· Mendanai keperluan operasi

· Reinvestasi

· Membayar bunga

· Membayar dividen

Laba dan Harga Saham

Kebermanfaatan laba dapat diukur dari hubungan antara laba dan harga saham. Bahwa laba merupakan prediktor aliran kas ke investor yang sebenarnya menunjukkan bahwa laba menentukan harga saham.

Perkontrakan Efisien

Teori perkontrakan efisien merupakan bagian atau turunan dari teori keagenan. Teori ini didasarkan atas berbagai aspek dan implikasi hubungan keagenan.

Pengendalian Manajemen

Sistem ini dirancang untuk mengarahkan perilaku para manajer agar memaksimumkan kepentingan dirinya atau divisinya tetapi pada saat yang sama kepentingan perusahaan secara keseluruhan juga tercapai.

Teori Pasar Efisien

Terdiri dari:

a. Bentuk Efisiensi Pasar

· Betuk Lemah

· Bentuk Semi-Kuat

· Bentuk Kuat

b. Laba sebagai signal

c. Pengujian kandungan informasi laba

d. Pengujian asosiasi

e. Pengujian peristiwa

Laba dan Teori Entitas

Teori ini juga disebut teori ekuitas. Teori entitas atau ekuitas yang banyak dibahas dalam literatur teori akuntansi adalah :

a. Entitas usaha bersama

b. Entitas usaha atau bisnis

c. Entitas investor

d. Entitas pemilik

e. Entitas pemilik residual

f. Entitas pengendali

g. Entitas dana

Penyajian Laba

Masalah konseptual yang erat kaitannya dengan penyajian adalah pemisahan pelaporan pos-pos transaksi operasi dan pos-pos transaksi dengan pemilik (transaksi modal).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: