h1

PENDAPATAN

Maret 29, 2009

Pengertian

Berbagai karakteristik dikaitkan pada pengertian pendapatan. Berbagai sumber memaknai pendapatan yang kurang lebih sama walaupun terdapat variasi. Ada beberapa karakteristik-karakteristik yang membentuk pengertian pendapatan, yaitu :

1). Aliran masuk/ kenaikan kewajiban.

2). Pelunasan, penurunan/ pengurangan kewajiban.

3). Kegiatan yang merepresentasi operasi utama/ sentral yang menerus.

4). Suatu entitas.

5). Produk perusahaan.

6). Pertukaran produk.

7). Menyandang beberapa nama/ mengambil beberapa bentuk..

8). Mengakibatkankenaikan ekuitas.

Pengakuan Pendapatan.

Pengakuan adalah pencatatan jumlah rupiah secara resmi ke dalam sistem akuntansi sehingga jumlah tersebut terefleksi dalam statemen keuangan. Pengertian pendapatan sebenarnya harus dipisahkan dengan pengukuran pendapatan. Pengakuan pendapatan tidak boleh menyimpang dari landasan konseptual. Oleh karena itu, secara konseptual pendapatan hanya dapat diakui kalau memenuhi kualitas keterukuran dan keterandalan.

Pembentukan Pendapatan.

Pembentukan pendapatan adalah suatu konsep yang berkaitan dengan masalah kapan dan bagaimana sesungguhnya pendapatan itu timbul /menjadi ada. Konsep pendekatan ini sering disebut pendekatan proses pembentukan pendekatan /pendekatan kegiatan. Pendekatan ini dilandasi oleh konsep dasar upaya dan hasil serta kontinuitas usaha.

Realisasi Pendapatan.

Dengan konsep realisasi, pendapatan baru dapat dikatakan terjadi /terbentuk pada saat terjadi kesepakatan / kontrak dengan peak independent untuk membayar produk baik produk telah selesai dan diserahkan maupun belum dibuat sama sekali. Konsep realisasi /pendekatan transaksi lebij menekankan kejadian yang dapat menandai pengakuan pendapatan, yaitu :

a. Kepastian perubahan produk menjadi potensi jasa yang lain melalui proses penjualan yang sah.

b. Penguatan /validitas transaksi penjualan tersebut dengan diperolehnya aset lancer.

Kriteria Pengakuan Pendapatan.

FASB mengajukan dua kriteria pengakuan pendapatan (dan untung) yang keduanya harus dipenuhi yaitu (SFAC No. 5, prg. 83):

1. Terrealisasi atau cukup pasti terrealisasi

Pendapatan (dan untung) baru dapat diakui setelah pendapatan tersebut terrealisasi atau cukup pasti terrealisasi. Pendapatan dapat dikatakan terrealisasi bilaman produk, barang dagangan, atau aset lain telah terjual atau ditukarkan dengan kas atau klaim atas kas.

2. Terbentuk /terhak

Pendapatan baru diakui setelah terbentuk. Pendapatan dapat dikatakan telah terbentuk bilamana peruahaan telah melakukan secara substansial kegiatan yang harus dilakukan untuk dapat menghaki manfaat atau nilai yang melekat pada pendapatan.

Pendapatan baru dapat diakui kalau dipenuhi syarat-syarat berikut :

· Keterukuran nilai aset

· Adanya suatu transaksi

· Proses penghimpunan secara substansial telah selesai.

Saat Pengakuan Pendapatan

1. Pada Saat Kontrak Penjualan

2. Selama Proses Produksi Secara Bertahap

a. Akresi

b. Apresiasi

c. Penghematan Kos

3. Pada Saat Produksi Selesai

4. Pada Saat Penjualan

a. Kembalian dan Potongan Tunai

b. Kos Purna Jual

c. Kerugian Piutang

d. Transaksi Penjualan

5. Pada Saat Kas Terkumpul

a. Jasa Dikonsumsi Dalam Jangka Pendek

b. Jasa Dikonsumsi Dalam Jangka Panjang

c. Argumen Pendukung

d. Alasan Penyanggah

e. Prosedur Akuntansi Dasar

f. Biaya Administrasi dan Penjualan.

Saat Pengakuan Penjualan Jasa

Pengakuan pendapatan dari penjualan jasa secara umum mengikuti pemikiran yang melandasi pengkuan pendapatan untuk penjualan barang. Masalah teoritis yang dihadapi lebih banyak menyangkut kriteria realisasi daripada pembentukan pendapatan.

Pedoman Umum Pengakuan Pendapatan

FASB meringkas pedoman umum ini dalam SFAC No. 5 paragraf 84 sebagai berikut :

a. Kriteria terbentuk dan terrealisasi biasanya dipenuhi pada saat produk atau barang daganggan diserahkan atau jasa diberikan kepada konsumen.

b. Kalau kontrak penjualan atau penerimaan kas mendahului produksi dan pengiriman, pendapatan dapat diakui pada saat terhak dan pengiriman.

c. Kalau produk dikontrak sebelum produksi, pendapatan dapat diakui secara bertahap dengan metoda persentase penyelesaian pada saat sudah terbentuk asalkan taksiran yang layak atas hasil pada saat penyelesaian dan taksiran kemajuan produksi dapat diukur dengan cukup andal.

d. Kalau jasa diberikan atau hak untuk menggunakan aset berlangsung secara terus menerus selama suatu periode dengan kontrak harga yang pasti, pendapatan dapat diakui bersamaan dengan berjalannya waktu.

e. Kalau produk, jasa, atau aset lain ditukarkan dengan aset nonmoneter yang tidak segera dapat dikonversi menjadi kas, pendapatan dan untung atau rugi dapat diakui pada saat mereka telah terhak atau pada saat transaksi telah selesai asalkan nilai wajar aset nonmoneter yang terlibat dapat ditentukan dalam kisaran yang layak.

f. Kalau ketertagihan aset yang diterima untuk produk, jasa, atau aset lain meragukan, pendapatan dapat diakui atas dasar kas yang terkumpul.

Prosedur Pengakuan

Saat atau kaidah pengakuan pendapatan merupakan ketentuan pada level penetap standar. Agar dapat dilaksanakan di level perusahaan, kaidah tersebut harus dijabarkan secara teknis dan prosedural dalam bentuk kebijakan akuntansi perusahaan.

Penyajian

Masalah yang terkait dengan penyajian pendapatan adalah pemisahan antara pendapatan dan untung dan pemisahan berbagai untung menjadi pos biasa dan luar biasa dan cara menuangkannya dalam statemen laba-rugi.

disadur dari beberapa sumber.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: