h1

Penjualan

Maret 29, 2009

PENJUALAN

Robert McMurry membedakan enam posisi penjualan, mulai dari penjualan yang tidak kreatif hingga yang paling kreatif :

  1. Pengirim pesanan (deliverer) : Wiraniaga yang tugas utamanya adalah mengirimkan produk ( susu, roti, bahan bakar, minyak)
  2. Penerima pesanan (order taker) : Wiraniaga yang terutama bertindak sebagai penerima pesanan di perusahaan atau sebagai penerima pesanan di luar perusahaan.
  3. Misionaris (missionary) : Wiraniaga yang tidak diharapkan atau tidak diizinkan untuk menerima pesanan, tetapi yang tugas utamanya adalah mendidik pemakai atau calon pemakai.
  4. Teknisi (technician) : Wiraniaga yang bertugas sebagai konsultan untuk perusahaan klien.
  5. Pencipta permintaan (demand creator) : Wiraniaga yang mengandalkan metode-metode kreatif untuk menjual produk berwujud atau produk tidak berwujud.
  6. Penjual solusi (solution vendor) : Wiraniaga yang keahliannya ada dalam memecahkan masalah pelanggan.

Merancang Tenaga Penjualan

Tujuan dan strategi tenaga penjualan.

Wiraniaga akan memiliki satu atau beberapa tugas khusus berikut untuk dilaksanakan

  1. Mencari calon pelanggan. Melakukan pencarian calon pembeli, atau petunjuk.
  2. Menetapkan sasaran. Memutuskan bagaimana mengalokasikan waktu mereka di antara calon dan pelanggan.
  3. Berkomunikasi. Mengkomunikasikan informasi tentang produk dan jasa perusahaan tersebut.
  4. Menjual. Mendekati, melakukan presentasi, menjawab keberatan-keberatan, dan menutup penjualan.
  5. Melayani. Menyediakan berbagai layanan kepada pelanggan-memberikan konsultasi tentang masalah, memberikan bantuan teknis, merencanakan pembiayaan, dan melakukan pengiriman.
  6. Mengumpulkan informasi. Melakukan riset pasar dan melaksanakan tugas intelijen.
  7. Mengalokasikan. Memutuskan pelanggan mana akan memperoleh produk tidak mencukupi selama masa-masa kekurangan produk.

Tenaga penjualan produk-produk perusahaan yang lebih rumit dan sesuai dengan pesanan kepada pelanggan-pelanggan besar, dan perusahaan tersebut seharusnya menyerahkan penjualan yang sederhana kepada tenaga penjualan di dalam perusahaan dan kepada pemesanan melalui internet.

Perusahaan-perusahaan harus menyebarkan tenaga penjualan secara strategis sehingga mereka mengunjungi pelanggan yang tepat pada saat yang tepat dan dengan cara yang tepat.

Perwakilan penjualan membutuhkan kemampuan pemasaran analisis, dan kemampuan-kemampuan ini akan sangat berperan penting pada tingakat manajemen penjualan yang lebih tinggi. Begitu sudah diputuskan suatu pendekatan, perusahaan tersebut dapat menggunakan tenaga penjualan langsung atau kontrak. Tenaga penjualan (perusahaan) langsung adalah karyawan digaji penuh atau paruh waktu bekerja semata-mata di perusahaan tersebut. Tenaga penjual kontrak adalah perwakilan produsen, agen penjual, dan pialang, yang menerima komisi berdasarkan penjualan.

Struktur tenaga penjualan.

Perusahaan-perusahaan yang mapan perlu merevisi struktur tenaga penjualannya apabila kondisi pasar dan perekonomian berubah.

  • Teritorial : struktur penjualan ini menghasilkan defenisi tanggung jawab yang jelas dan meningkatkan insentif perwakilan tersebut untuk mengembangkan bisnis lokal dan ikatan pribadi.
  • Produk : pentingnya perwakilan penjualan untuk mengenal produknya, bersama pengembangan divisi-divisi produk dan manajemen produk.
  • Pasar : perusahaan-perusahaan sering mengkhususkan tenaga penjualannya menurut lini industri atau pelanggan. Kelebihan spesialisasi pasar adalah bahwa masing-masing tenaga penjualan dapat sangat memahami kebutuhan-kebutuhan pelanggan tertentu, kelemahan utamanya adalah bahwa pelanggan tersebar di seluruh negeri tersebut, yang membutuhkan banyak perjalanan.
  • Rumit : apabila suatu perusahaan menjual berbagai jenis produk kepada berbagai jenis pelanggan di daerah geografis yang luas, perusahaan itu sering menggabungkan beberapa struktur.

Mengelola tenaga penjualan

  1. Merekrut dan memilih perwakilan penjualan
  2. Melatih perwakilan penjualan.
  3. Mengawasi perwakilan penjualan
  4. Kaidah untuk kunjungan pelanggan.

· kaidah untuk kunjungan calon.

· menggunakan waktu penjualan dengan efesien.

· memotivasi perwakilan penjualan.

· kuota penjualan.

5. Mengevaluasi perwakilan penjualan.

a. sumber informasi.

b. Evaluasi formal.

Prinsip-prinsip penjualan pribadi

1. Profesionalisme.

· Pendekatan pendahuluan.

· Pendekatan.

· Presentasi dan peragaan.

· Mengatasi keberatan.

· Menutup penjualan.

· Tindak lanjut dan pemeliharaan.

2. Negosiasi.

a. kapan bernegosiasi.

b. merumuskan strategi negosiasi.

Strategi negosiasi adalah komitmen pada pendekatan menyeluruh yang memiliki peluang yang baik untuk mencapai tujuan-tujuan negosiator.

c. Pemasaran hubungan

Apabila program manajemen hubungan diterapkan secara tepat, organisasi tersebut akan mulai memusatkan banyak perhatian pada pengelolaan pelanggannya sama seperti pada pengelolaan produk-produknya.

PIUTANG

Piutang adalah merupakan kebiasaan bagi perusahaan untuk memberikan kelonggaran kepada langanan-laganannya pada waktu melakukan penjualan. Kelongaran-kelongaran yang di berikan biasanya dalam bentuk memperbolehkan langganan membayar kemudian atas penjualan barang atau jasa yang dilakukan. syarat jual beli yang menunjukkan penjualan kredit misalnya: 2/10, n/30.

Piutang dapat di kelompokkan menjadi dua:

1. Piutang dagang

Piutang yang berasal dari penjualan barang dan jasa yang merupakan kegiatan utama perusahaan.

2. Piutang lain-lain

Misalnya: piutang pegawai, piutang bunga, piutang dari perusahaan afiliasi, piutang persero dan lain-lain.

a. Penilaian dan pelaporan

Piutang di nilai sebesar jumlah yang di harapkan dapat diterima. Jumlah ini belum tentu sama dengan jumlah yang secara formal tercantum sebagai piutang, Perbedaan di sebabkan perusahan telah mengurangkan dari jumlah piutangnya, penyisihan tehadap piutang-piutang yang tidak tertagih. Konsep penilaian demikian menunjukkan bahwa aktiva harus dinilai sebesar manfaat yang akan di terima di masa mendatang.

b. Penyisihan piutang tak tertagih

Pada dasarnya terdapat dua cara:

1.Berdasarkan saldo piutang

Dapat dilakukan dengan jalan menetapkan suatu persentase terhadap saldo piutang. Biasanya saldo yang dipakai adalah rata-rata antara saldo piutang pada awal dan pada akhir.

2.Penyisihan atas dasar saldo penjualan

Dilakukan dengan menetapkan suatu persentase tertentu terhadap penjualan.Sedapat mungkin angka penjualan yang di pakai adalah penjualan kredit, tetapi apabila untuk memperoleh angka tersebut diperlukan terlalu banyak waktu dan biaya maka persentase dapat juga didasarkan atas total penjualan.

3. Penghapusan piutang

Penyisihan piutang tak tertagih merupakan pembebanan biaya atas kemungkinan rugi karena tak tertagihnya piutang.Jumlah yang tercantum di dalamnya merupakan suatu taksiran karena, tidak dapat diidentifikasi , maka penyisihan piutang tak tertagaih dicatat dalam perkiraan terpisah, maka dengan cara ini piutang menurut nama debitur berdasarkan jumlah brutonya masih dapat di buat.

4. Metode Penghapusan Piutang

Apabila pada suatu saat di ketemukan bahwa piutang dari debitur tertentu oleh karena suatu sebab tidak akan tertagih dan manajemen perusahaan memutuskan untuk menghapuskannya, maka baru pada saat inilah kerugian karena tidak tertagihnya piutang dapat di catat.

5. Umur piutang

Agar dapat di ketahui berapa lama piutang suatu langganan sudah berlalu, daftar piutang biasanya di kelompokkan menurut umur. Umur piutang adalah jangka waktu sejak di catatnya transaksi penjualan sampai dengan saat dibuatnya daftar piutang. Biasanya umur piutang di kelompokkan menurut jumlah hari tertentu, misalnya: piutang yang berumur 1-30hari, 31-60hari, 61-90hari dan seterusnya.

PERSEDIAAN

A. Pengertian Persediaan

Persediaan adalah barang-barang yang dimiliki perusahaan pada tanggal tertentu dengan tujuan untuk dijual secara langsung atau melalui proses produksi di dalam siklus normal kegiatan perusahaan.Pemilikan persediaan bertujuan untuk dijual atau dikonsumsi dalam memproduksi barang atau jasa yang kemudian dijual di dalam siklus kegiatan normal perusahaan.

Bentuk dan elemen persediaan

Bentuk dan elemen persediaan umumnya tergantung karakteristik perusahaan, yaitu;

  1. Peruahaan dagang memiliki elemen persediaan berupa persediaan barang dagang, yaitu barang dagangan yang dimiliki perusahaan atau belum dijual pada saat atau tanggal tertentu.
  2. Perusahaan manufaktur memiliki elemen persediaan sbb;
    1. Persediaan produk selesai, yaitu produk selesai yang dimiliki perusahaan atau belum dijual pada tanggal tertentu.
    2. Persediaan produk dalam proses, yaitu produk dalam proses yang dimiliki perusahaan pada tanggal tertentu.
    3. Persediaan bahan atau disebut dengan persdiaan barang mentah, yaitu meliputi bahan baku dan bahan penolong yang dimiliki perusahaan atau belum dimasukkan di dalam pengolahan produk pada tanggal tertentu.

Masalah yang mungkin timbul pada akhir periode dalam rangka penentuan persediaan

  1. Barang dalam perjalanan, yaitu barang yang pada akhir periode akuntansi masih dalam perjalanan dari penjualan ke pembeli.
  2. Barang konsinyasi, yaitu barang yang di titip kepada pihak lain dengan tujuan untuk dijualkan, pihak lain yang menjualkan tersebut akan memperoleh komisi dari barang yang telah berhasil dia jualkan.
  3. Barang telah dipisahkan, dalam hal ini di gunakan istilah perjanjian jual-beli, yaitu untuk menjawab masalah apakah barang yang sudah dipisahkan untuk dikirim tersebut merupakan persediaan bagi penjual atau persediaan bagi pembeli.
  4. Penjualan bersyarat dan penjualan angsuran, hal ini sering digunakan untuk barang-barang yang harganya relatif tinggi, dengan tujuan agar volume penjualan dapat ditingkatkan.

B. Perencanaan Dan Pengendalian Persediaan

Tujuan perencanaan dan pengendalian persediaan yang dilakukan oleh manajemen, yaitu;

  1. Memaksimalkan laba perusahaan dengan jalan meminimalkan biaya yang berhubungan dengan persediaan, tanpa mengganggu kegiatan penjualan atau produksi.
  2. Menyelenggarakan pengendalian yang mencukupi atas persediaan yang dimiliki perusahaan.

Perencanaan yang tepat atas persediaan, yaitu;

  1. Perencanaan atas kuantitas barang dagangan atau produk yang akan dijual di dalam periode akuntansi tetentu.
  2. Perencanaan atas barang dagangan atau bahan yang akan dibeli di dalam periode akuntansi tertentu.
  3. Perencanaan kuantitas barang dagangan atau bahan yang akan dibeli setiap kali diadakan pembelian.
  4. Perencanaan saat atau kapan pemesanan barang dagangan atau bahan akan dilakukan.
  5. Perencanaan kuantitas maksimal dan minimal persediaan.

Beberapa teknik pengendalian pesediaan yang dapat digunakan oleh perusahaan, yaitu;

  1. Pembagian tugas fungsional di dalam organisasi yang berhubungan dengan persediaan secara tepat.
  2. pengawasan selektif atas persediaan dengan rancangan ABC.
  3. Pengawasan persediaan yang dijual atau dipakai melalui standar.
  4. Pengawasan perrsediaan menggunakan perputaran persediaan.

Perencanaan dan pengendalian persediaan, khususnya untuk persediaan barang dagangan yang dimiliki oleh perusahaan dagang;

  1. Perencanaan atas kuantitas barang dagangan yang akan dijual

Untuk periode akuntansi yang akan berjalan, perusahaan dagang haus menyusun budget atau anggaran penjualan yang menunjukkan jenis barang dagangan yang akan dijual pada setiap bulan beserta kuantitasnya masing-masing.

  1. Perncanaan atas kuantitas barang dagangan yang akan dibeli didalam periode akuntansi tertentu

Besarnya kuantitas barang dagangan yang akan dibeli di dalam periode akuntansi tertentu adalah sebesar kuantitas barang dagangan yang direncanakan atau dianggarkan untuk dijual ditambah persediaan barang dagangan akhir periode yang direncanakan dikurangi kuantitas persediaan barang dagangan awal periode.

  1. Perencanaan kuanttas barang dagangan yang akan dibeli setiap kali diadakan pembelian.

Bertujuan agar barang dagangan yang dibeli dapat mencukupi atau tidak mengganggu kelancaran penjualan tetapi juga biaya yang paling ekonomis.

  1. Perencanaan saat atau kapan pemesanan barang dagangan dilakukan.

Bertujuan agar tidak mengganggu kelancaran penjualan barang dagangan karena kekosongan persediaan.

  1. Perencanaan kuantitas maksimal dan minimal persediaan.

Tujuan perencanaan titik minimal persediaan adalah untuk menjaga agar jangan sampai terjadi gangguan penjualan karena kehabisan persediaan. Tujuan perencanaan titik maksimal adalah untuk menjaga agar jangan sampai terjadi persediaan yang berlebihan.

C. Penentuan Harga Pokok Persediaan

Persedian mempengaruhi kewajaran laporan keuangan yang meliputi laporan laba-rugi, laporan perubahan modal ( laba ditahan ), dan neraca.

Agar dapat menentukan harga pokok barang dagangan yang dijual dan persediaan dengan relative tepat dan teliti;

  1. Metode akuntansi persediaan
    1. Metode persediaan phisik; digunakan oleh perusahaan yang relative kecil dimana phisik persediaan masih memungkinkan diawasisecara langsung oleh manajemen perusahaan.
    2. Metode persediaan perpetual; sering disebut dengan metode persediaan abadi, atau metode persediaan terus menerus, atau metode persediaan kekal, atau metode abadi.
  2. Metode aliran harga pokok persediaan
    1. Metode Identifikasi khusus; menentukan aliran harga pokok persediaan yang dijual atau dipakai sesuai dengan aliran phisik perseiaan.
    2. Metode perpetual identifikasi khusus; mutasi persediaan ditampung dalam kartu persediaan yang diselenggarakan untuk setiap jenis barang dagangan yang dimiliki perusahaan.
  3. Menyusun laporan laba rugi
    1. Perhitungan harga pokok penjualan dan persediaan akhir
    2. Jurnal transaksi
    3. Menyusun laporan laba-rugi

KAS

Kas meliputi saldo uang tunai dan saldo rekening goro bank yang dimiliki perusahaan serta elemen-elemen lainnya yang dapat dipersamakan dengan kas. Syarat suatu elemen dapat dipersamakan dengan kas adalah:

a. Dapat diterima setiap saat sebagai alat pembayaran khususnya di dalam lingkungan business

b. Dapat disetorkan sebagai atau kedalam rekenig giro di bank pada setiap saat sesuai dengan nilai nominalnya.

Elemen yang termasuk kas meliputi:

1. Kas pada perusahaan (cash on hand)

Terdiri dari:

a. Uang tunai meliputi uang ligam dan kertas yang dimiliki perusahaan.

b. Check yang diterima sebagai alat pembayaran dari pihak lain tetapi oleh perusahaan belum diuangkan atau disetor sebagai rekening giro dibank.

c. Elemen-elemen lain nya yang dapat dipersamakan dengan kas,misalnya: pos wesel, bukti kiriman uang yang belum di uangkan,bank draft,money order dan sebagainya.

2. Kas di bank (cash in bank)

Kas dibank adalah semua saldo rekening giro bank yang dimiliki perusahaan dan dapat digunakan setiap saat sebagai alat pembayaran dengan menggunakan check atau permintaan transfer uang.

Didalam praktek seringkali ada elemen yang tidak merupakan kas tetapi dimasukan sebagai elemen kas, sehingga elemen tersebut perlu dipisahkan dengan kas. Elemen-elemen yang tidak termasuk kas misalnya:

1. Kas bon

Kas bon atau uang muka intern adalah merupakan bukti pengambilan uang kas yang dilakukan oleh petugas perusahaan untuk melakukan pembayaran kepada pihak luar yang jumlahnya belum dapat dipastikan dan bukti-bukti pendukung nya baru piperoleh jika sudah dibayar

Bukti kas bon tidak dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran dan tidak dapat disetorkan kedalam rekening giro perusahaan di bank, maka kas bon bukan merupakan elemen kas.

2. Persediaan perangko dan meterai

Persediaan perangko dan materai seringkali di dalam praktek dimasukan sebagai elemen kas. Hal ini tidak benar karena persediaan perangko dan meterai tidak dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran dan tidak dapat disetorkan ke dalam rekening giro dibank.

3. Check bertanggal mundur (postdated check)

Check bertanggal mundur adalah check yang diterima perusahaan dari pihak lain pada tanggal tertentu tetapi dibubuhi tanggal yang selang beberapa waktu kemudian dibandingkan dengan penerimaan check tersebut.

4. Check yang tidak cukup dana nya

Check yang diterima oleh perusahaan dari pihak lain dapat merupakan check yang tidak cukup dana nya dan bahkan mungkin merupakan check kosong,sehingga check tesebut tidak dapat di uangkan atau disetor kedalam rekening giro dibank.

5. Deposito berjangka (times deposit)

Deposito berjangka adalah simpanan di bank yang pengambilannya terikat pada peraturan-peraturan dan jangka waktu tertentu, sehingga simpanan tersebut tidak dapat diambil atau di uangkan setiap saat sesuai dengan nilai nominalnya.

6. Kas dibatasi pemakaian nya

Didalam perusahaan bisa terdapat kas yang dibatasi pemakaian nya untuk tujuan khusus misalnya untuk pelunasan hutang jangka panjang,untuk ekspansi dan untuk pembayaran deviden.

7. Rekening giro diblokade

Simpanan giro perusahaan dapat diblokade oleh pihak yang berwenang karena alasan-alasan tertentu.

8. Investasi jangka pendek

Karena investasi jangka pendek bertujuan untuk menghindari kas yang mengganggur, didalam praktek sering kali investasi jangka pendek diperlukan atau disajikan sebagai elemen kas. Perlakuan atau penyajian itu tidak benar karena investasi jangka pendek tidak dapat secara langsung dipakai sebagai alat pembayaran pada setiap saat dan tidak dapat disetorkan ke bank kedalam rekening giro, jadi investasi jangka pendek merupakan elemen kas.

9. Piutang wesel

Piutang wesel yang diserahkan kepada bank untuk ditagihkan kepada pihak lain seringkali sudah dimasukan sebagai elemen kas di bank.

10. Bank overdraft

Timbul apabila perusahaan telah melakukan pembayaran dengan check melebihi saldo rekening giro di bank, sehingga catatan kas di bank yang diselenggarakan perusahaan bersaldo kredit.

Perencanaan dan Pegawasan kas

Kegiatan pokok manajemen didalam perencanaan dan pengawasan kas meliputi:

1. Perencanaan aliran kas

Salah satu tanggung jawab penting managemen adalah menyediakan kas yang cukup untuk kegiatan perusahaan secara efisien didalam periode akuntansi tertentu. Menyediakan kas yang cukup berarti bahwa perusahaan tidak mengalami kekurangan kas sehingga mengganggu likuiditas perusahaan,tetapi juga jangan sampai perusahaan mengalami kelebihan kas sehingga penggunaan kas tidak efisien karena sebagian kas menganggur.

2. Pengawasan atas penerimaan dan pengeluaran kas

Secara umum prinsip pengawasan kas adalah sebagai berikut:

a. Dipisahkan antara fungsi pencatatan kas dengan fungsi pengelola pisik kas( kasir),apabila memungkinkan dipisahkan pula antara fungi pengelola phisik penerimaan kas dengan pengeluaran kas.

b. Meletakan tanggung jawab pengelola kas pada pejabat atau petugas tertentu dalam perusahaan.

c. Semua transaksi penerimaan dan pengeluaran kas harus didukung oleh bukti yang sah, yaitu bukti yang disahkan atau ditanda tangani oleh pejabat yang berwenang.

d. Mengefektifkan pemakaian rekening giro bank.

e. Sering dilakukan perhitungan phisik tetapi dalam internal waktu yang tidak tetap dan bersifat mendadak.

f. Secara periodik disusun laporan ringkasan kegiatan yang berhubungan dengan kas.

g. Penggunaan alat-alat elektronis dan mekanis untuk mengelola dan mencatat transaksi kas akan sangat membantu pengawasan kas.

Pengawasan terhadap penerimaan kas

Sistem dan prosedur penerimaan kas mengatur bahwa setiap transaksi penerimaan kas harus melalui ketentuan yang telah diatur sebelumnya. Sehingga penerimaan kas sah sesuai dengan yang dibayarkan oleh pihak lain kepada perusahaan,diterima tepat pada waktunya dan disimpan dengan aman.

Pengawasan terhadap pengeluaran kas

Sistem dan prosedur pengeluaran kas mengatur bahwa setiap transaksi pengeluaran kas harus melalui peraturan yang sudah ditentukan sebelumnya. Sistem dan prosedur tersebut untuk menjamin bahwa pengeluaran kas tesebut sah,dikeluarkan sesuai dengan tujuan perusahaan dan benar-benar diterima oleh yang berhak.

3. Penggunaan sistem voucher (bukti kas keluar)

Bukti kas keluar dibuat prenumbered dan dipakai nomor urut. Setiap pengeluaran kas harus menunjukan informasi:

a. tanggal pembayaran telah jatuh tempo

b. pihak yang berhak menerima pembayaran

c. tanda tangan pengesahan oleh kepala bagian atau kepala departemen

d. tanda tangan pengesahan oleh kepala bag. Akt

e. jumlah yang dibayarkan

f. rekening yang didebet dan kredit atas transaksi pembayaran tersebut.

4. Rekonsiliasi saldo rekening giro bank

Rekonsiliasi bank adalah perbandingan catatan rekening giro menurut rekening koran bank dengan catatan giro menurut perusahaan dengan tujuan untuk melakukan pengawasan rekening giro dan penyesuaian terhadap pencatatan nya.

Dari rekonsiliasi bank akan diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi perrbedaan antara rekening koran bank dengan catatan giro perusahaan,sehingga apabila timbul penyelewengan terhadap rekening giro diharapkan dapat diketahui perusahaan.

Didalam membuat rekonsiliasi bank harus disiapkan informasi kas yang meliputi:

a. rekening buku besar kas yang diselenggarakan perusahaan

b. rekening koran yang diterima perusahaan dari bank

c. penyusunan kertas kerja yang dipakai untuk membandingkan buku besar kas dengan rekening koran dari bank.

5. Pengawasan atas transaksi kas kecil

Dana kas kecil adalah kas dalam bentuk uang kertas atau logam yang disediakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran kas yang jumlahnya relatif kecil misalnya untuk pembayaran perangko materai,karcis bus kota dan lain-lain.

Dalam mengelola kas kecil, perusahaan dapat menggunakan dua sistem yaitu:

a. sistem tetap (imprest system)

kelebihan sistem ini adalah praktis untuk dipakai sedangkan kelemahan sistem ini adalah catatan akuntansi dan kas kecil yang tidak up todate atau tidak sesuai dengan pisik dana kas kecil,karna pengeluaran dana kas kecil belum dicatat sampai saat pengisian kembali.

b. sistem fluktuasi (fluctuating system)

kelebihan sistem ini adalah catatan akuntansi dana kas kecil up todate atau sesuai dengan pisik dana kas kecil karena setiap ada pengeluaran dana kas kecil dibuat jurnal pencatatan.

Kelemahan sistem ini adalah tidak praktis untuk dipakai, karena setiap terjadi pengeluaran dana kas kecil harus dibuat jurnal transaksi,padahal frekwensinya sering terjadi tetapi jumlahnya relatif kecil.

HUTANG

Hutang meliputi semua kewajiban yang ada pada tanggal neraca untuk menyerahkan sumber-sumber economi,baik berupa kas,aktiva selain kas maupun jasa,pada periode yang akan datang sebagai akibat transaksi masa lalu.

Menurut prinsip akuntansi indonesia,semua hutang yang sudah diketahui,baik yang jumlahnya dapat diketahui secara tepat maupun belum harus disajikan sedemikian rupa di dalam neraca,sehingga bila dihubungkan dengan komponen neraca lainnya akan tergambar posisi keuangan perusahaan secara layak,baik pada awal amupun akhir periode tertentu.

Berdasarkan dimensi waktu penyelesaian nya hutang perusahaan dikelompokan menjadi dua yaitu hutang lancar dan hutang tidak lancar.

a. Hutang lancar(current liabilities)

Hutang ini meliputi semua hutang perusahaan yang diperkirakan akan diselesaikan dalam jangka waktu satu tahun atau kurang dilihat dari tanggal neraca,dengan menggunakan sumber-sumber yang termasuk aktiva lancar,atau dengan menerbitkan hutang lancar baru.

Komponen dari hutang lancar, antara lain:

a. Hutang dagang atau hutang usaha (account payable)

Hutang dagang atau hutang usaha adalah hutang lancar yang timbul dari pembelian kredit atas barang dagangan,bahan atau jasa yang diperlukan perusahaan,dimana tidak disertai jani formal adari perusahaan untuk pelunasan nya. Hutang dagang akan disajikan didalam neraca atas dasar jumlah kas yang akan dibayar pada waktu tanggal jatuh tempo.

b. Hutang wesel atau wesel bayar (notes payable)

Adalah hutang perusahaan kepada pihak lain yang disertai kesanggupan atau janji formal dari perusahaan untuk melunasinya dalam jangka waktu satu tahun atau kurang dilihat dari tanggal neraca.

c. Transitoris pasip atau hutang penghasilan

Adalah hutang jangka pendek perusahaan yang timbul karena perusahaan telah menerima pembayaran dimuka atas penghasilan yang belum menjadi hak nya.

Elemen hutang penghasilan antara lain:

Hutang penghasilan bunga

Hutang penghasilan sewa

Uang muka langganan

d. Hutang biaya (accrued payable)

Adalah biaya yang masih harus dibayar yang masih harus dibayar adalah hutang jangka pendek perusahaan yang timbul karena perusahaan telah menerima jasa dari pihak lain, akan tetapi sampai tanggal neraca balas jasanya belum dilunasi atau diberikan oleh perusahaan.

Elemen hutang biaya:

Hutang gaji

Hutang biaya bunga

Hutang biaya sewa

e. Hutang jangka pendek lain-lain

Meliputi semua hutang perusahaan yang diperkirakan akan selesai dalam jangka waktu satu tahun atau kurang dilihat dari tanggal neraca,tetapi tidak dapat dimasukan kedalam hutang jangka pendek.

b. Hutang tidak lancar

Dikenal juga dengan hutang jangka panjang yang meliputi semua hutang yang akan jatuh tempo dalam jangka waktu lebih dari satu tahun terhitung sejak tanggal neraca.

Hutang ini pada umumnya timbul karena perusahaan memerlukan dana yang jumlahnya cukup besar misalnya unutk membelanjai perluasan usaha.

Hutang jangka panjang ini biasanya didukung perjanjian formal antara perusahaan sebagai debitur dengan pemberi dana (kreditur) serta didukung dengan persetujuan dari pemegang saham.

Beban Dibayar Dimuka

Pengeluaran uang untuk suatu barang dan jasa yang akan digunakan atau memberi manfaat di masa mendatang dapat digolongkan dalam beban dibayar dimuka (prepaid expense). Karena, manfaat dari barang dan jasa tersebut baru akan diperoleh di mendatang, maka dari itu harus disajikan sebagai aktiva. Beban dibayar dimuka disebabkan karena tidak semua beban dibayar pada saat yang sama dengan diterimanya menfaat. Perbedaan waktu antara saat membayar dan saat manfaat tersebut diterima juga tidak akan muncul apabila perusahaan tidak membagi dan melaporkan kegiatan ekonomisnya dalam periode akuntansi tertentu. Beberapa pos yang termasuk dalam kategori beban dibayar dimuka adalah sebagai berikut: sewa dibayar dimuka, asuransi dibayar dimuka dan lain-lain.

Beban dibayar dimuka pada akhirnya akan dialokasikan sebagai beban dalam suatu periode. Disamping pengeluaran yang harus dicatat sebagai beban dibayar dimuka, terdapat juga pengeluaran yang dimasukkan sebagai uang muka atas perolehan suatu aktiva. Pengeluaran yang demikian itu biasanya diklasifikasi sebagai uang muka (advances). Beban dibayar dimuka dan uang muka kadang-kadang secara bersama-sama disebut juga dengan pembayaran dimuka (prepayment). Dalam literatur Indonesia pembayaran dimuka disebut juga dengan pos-pos transitoris aktif. Dalam hal ini, arus uang (pengeluaran) terjadi lebih dahulu dibandingkan dengan manfaat yang diterima.

Pencatatan beban dibayar dimuka

Pencatatan beban dibayar dimuka dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :

a) Mula-mula dicatat dalam akun aktiva

Apabila pencatatan mula-mula dicatat ke dalam akun aktiva, maka pada akhir tahun (atau pada saat tertentu), bagian dari aktiva yang sudah terpakai tersebut perlu dibuatkan jurnal penyesuaian ke akun beban. Cara pencatatan ini, tidak memerlukan jurnal balik pada awal periode berikutnya.

b) .Mula-mula dicatat dalam akun beban

Apabila pencatatan mula-mula dicatat dalam akun beban, maka pada akhir tahun (atau pada saat-saat tertentu), bagian dari beban yang manfaatnya masih akan diterima di masa mendatang, perlu dibuatkan jurnal penyesuaian ke akun aktiva. Cara pencatatan ini memerlukan jurnal balik pada awal periode berikutnya.

Jurnal penyesuaian untuk beban dibayar dimuka pada hakikatnya adalah untuk mengalokasikan bagian yang sudah mendatangkan manfaat dalam tahun berjalan, sehingga harus dibebankan dalam laporan laba rugi, dan bagian yang akan mendatangkan manfaat dimasa mendatang, harus disajikan sebagai aktiva. Hal ini berlaku baik untuk pencatatan yang pertama maupun yang kedua

Disadur dari beberapa sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: