h1

Pengungkapan dan Sarana Interprentif

April 1, 2009

Pengungkapan dan Sarana Interprentif

PENGUNGKAPAN

Secaraa konseptual, pengungkapan merupakan bagian internal dari pelaporan keuangan. Secara teknis, pengungkapan merupakan langkah akhir dalam proses akuntansi yaitu penyajian informasi dalam bentuk seperangkat penuh statemen keuangan. Pengungkapan sering juga dimaknai sebagai penyediaan informasi lebih dari apa yang dapat disampaikan dalam bentuk statemen keuangan formal.

Masalah teoritis pengungkapan dapat dinyatakan dalam bentuk pertanyaan berikut ini :

1. Untuk siapa informasi diungkapkan?

2. Mengapa pengungkapan harus dilakukan?

3. seberapa banyak dan informais apa harus diaungkapkan?

4. bagaimana cara dan kapan mengungkapkan informasi?

Siapa Dituju?

Rerangka konssseptual telah menetapkan bahwa investor dan kreditor merupakan pihak yang dituju oleh pelaporan keuangan sehingga pengungkapan ditujukan terutama untuk mereka.

Fungsi dan Tujuan Pengungkapan

Secara umum, tujuan pengungkapan adalah penyajian infomasi yang dipandang perlu untuk mencapai tujuan pelaporan keuangandan untuk melayani berbagai pihak yang mempunyai kepentingan yang berbeda-beda.

  • Tujuan Melindungi

Tujuan melindungi dilandasi oleh gagasan bahwa tidak semua pemakai cukup canggih sehingga pemakai yang naif perlu dilindungi dengan mengungkapkan informasi yang mereka tidak mungkin memperolehnya atau tidak mungkin mengolah informasi untuk menangkap substansi ekonomik yang melandasi suatu pos statemen keuangan.

  • Tujuan Informatif

Tujuan informatif dilandasi oleh gagasan bahwa pemakai yang dituju sudah jelas dengan tingkat kecanggihan tertentu. Dengan demikian, pengungkapan diarahkan untuk menyediakan informasi yang dapat membantu keefektifan pengambilan keputusan pemakai tersebut.

  • Tujuan Kebutuhan Khusus

Tujuan ini merupakan gabungan dari tujuan perlindungan publik dan tujuan informatif.

Keluasan dan Kerincian Pengungkapan

Hal ini berkaitan dngan masalah seberapa banyak informasi harus diungkapkan yang disebut dengan tingkat pengungkapan. Evans (2003, hlm. 336) mengidentifikasi tiga tingakat pengungkapan yaitu:

ü Tingkat memadai, adalah tingkat minimum yang harus dipenuhi agar statemen keuangan secara keseluruhan tidak menyesatkan untuk kepentingan pengambilan keputusan yang diarah.

ü Tingkat wajar, adalah tingakat yang harus daiacapai agar semua pihak mendapat perlakuan atau pelayanan informasional yang sama.

ü Tingkat penuh menuntut penyajian secara penuh semua informasi yang berpaut ddengan pengambilan keputusan yang diarah.

Pengungkapan yang lebih luas biasanya terkendala oleh keengganan perusahaan untuk menyediakan informasi. Beberapa penelitian akademik juga menunjukkan bahwa maikn besar perusahan makin banyak pengungkapan sukarela yang disampaikan. Pengungkapan sukarela ini merupakan solusi atas kendala pengungkapan secara penuh.

Kendala Pengungkapan

Berikut ini adalah beberapaa hal yang harus dipertimbangkan atau menjadi kendala dalam pengungkapan. Kendala pada umunya timbul dari kaca mata perusahaan. Salah satu hal yang menentukan keluasan dan kerincian pengungkapan adalah tujuan pengungkapan. Kos penyediaan informasi harus lebih besar dari benefit informasi yang disediakan. Kendala kriteria ini adalah kesulitan menentukan manfaat informasi meskipun sampai tingkat tertentu kos dapat diukur dengan cukup teliti bahkan dalm hal tertentu kos tersebut sangat tidak berarti.

Pengungkapan Wajib Dan Sukarela

Pengungkapan sukarela adalah pengungkapan yang dilakukan perusahaan di luar apa yang diwajibkan oleh standar akuntansi atau peraturan badan pengawas. Teori pensignalan melandasi pengungkapan sukarela. Dengan kebersediaan manajemen dalam pengungkapan sukarela ini, tingkat pengungkapan wajib yang dapat ditetapkan dapat diarahkan ke tingkat wajar atau bahkan memadai tidak perlu penuh.

Regulasi Pengungkapan

Beberapa argumen mendukung perlunya regulasi dalam menyediakan informasi. Alasan tersebut adalah

a. Penyalah gunaan

b. Eksternalitas

c. Asimetri informasi

d. Keengganan manajemen

Semua regulasi diarahkan untuk mencegah adanya penyalahgunaan dan kecurangan oleh para pelaku pasar modal terutama dalam masalah pengungkapan.

Apa Yang Diungkap

Pengungkapan meliputi statemen keuangan itu sendiri dan semua informasi pelengkap. Penyusun standar dan badan pengawas seperti SEC atau BAPEPAM mengeluarkan ketentuan teantang apa yng harus diungkapkan. SEC mewajibkan perusahaan publik untuk menyusun dua laporan tahunan.

Untuk tujuan pelaporan keuangan, Hendriksen dan van Breda (1922, hlm. 863-871) menunjukkan beberapa pos statemen atau jenis informasi yang memerlukan pengungkapan yaitu :

· Penjelasan kualitatif atau deskriptif terhadap data kuantitatif yang tertuang dalam statemen keuangan tradisional.

· Prakiraan keuangan

· Kebijakan akuntansi

· Perubahan akuntansi

· Peristiwa pascastatemen

· Segment usaha.

Berbagai Proposal

William mengusulkan suatu model pengungkapan yang disebut model pelaporan alternatif lima-lapis yaitu :

Lapis pertama: pos-pos yang memenuhi kriteria pengakuan yang sama dengan model yang sekarang berlaku

Lapis kedua : pos-pos yang memenuhi kriteria pengakuan tetapi bermasalah dalam hal reliabilitas pengukuran seperti nilai merek dagang.

Lapis ketiga : pos-pos yang tidak begitu memenuhi kriteria reliabilitas dan definisi seperti misalnya kepuasan konsumen

Lapis keempat : pos-pos yang memenuhi kreteria pengukuran, keterandalan, dan keberpautan tetapi tidak memnuhi definisi elemen seperti angka sensitivitas-risiko

Lapis kelima : pos-pos yang tidak memenuhi definisi dan juga tiak dapat diukur secara terandalkan seperti kapital intelektual karyawan.

Metoda Pengungkapan

Metoda pengungkapan berkaitan dengan masalah bagaimana secara teknis informasi disajikan kepada pemakai dalam satu perangkat statemen keuangan beserta informasi lain yang berpaut. Metoda ini biasanya ditentukan secara spesifik dalam satandar akuntansi atau peraturan lain. Informasi dapat disajikan dalam pelaporan keuangan antara lain :

· Pos statemen keuangan

· Catatan kaki (catatan atas statemen keuangan)

· Penggunaan istilah teknis (terminologi)

· Penjelasan dalam kurung

· Lampiran

· Penjelasan auditor dalam laporan auditor

· Komunikasi manajemen dalam bentuk surat atau pernyataan resmi.

SARANA INTERPRENTIF

Pegungkapan dapat dikatakan sebagai sarana interprentuf untuk menambah kebermanfaatan dan keberpautan informasi akuntansi yang disajikan melalui media statemen keuangan. Artinya, butir-butir pengungkapan diatas telah diakui sebagai hal yang harus diungkapkan sesuai dengan standar akuntansi yang mengaturnya. Sarana interprentif ini tidak hanya ditujukan dalam laporan keuangan eksternal tetapi juga dalam pelaporan internal atau manajerial.

Kos dan Nilai

Dalam kondisi yang normal kos yang terjadi dapat dianggap menyatakan nilai pasar suatu sumber ekonomik pada saat tia dibeli atau diperoleh. Nilai adalah persepsi orang terhadap manfaat atau utilitas suatu objek yang dinyatakan dalam satuan pengukur. Pada umunya kos dan nilai adalah identik. Kemudian timbulah gagasan untuk mengganti kos tercatat dengan basis lain dalam sistem akuntansi. Artinya, akun-akun harus direvisi dengan perbedaan antara kos dan nilai. Ini berarti bahwa rerangka akuntansi pokok tidak lagi berbasis kos tetapi berbasis nilai lain.

Argumen Pendukung

Argumen utama pendukung gagasan tersebut adalah keberpautan keputusan sebagai salah satu kualitas informasi baik untuk kepentingan manajemen maupun pihak luar.

Argumen Penyanggah

Paton dan Littleton (1970) berpendapat bahwa adanya perubahan nilai tidak berarti bahwa rerangka akuntansi pokok berbasis kos tidak lagi bermanfaat sehingga harus diganti. Penggantian jumlah rupiah tercatat (kos) faktor-faktor jasa dengan taksiran nilai pasar yang berlaku sekarang tidak dapat didukung atas dasar argumen-argumen berikut :

· Keterandalan data

· Saling kompensasi antar perioda

· Fluktuasi nilai merupakan gejala umum

· Nilai pasar dan posisi keuangan

Simpulan

Penekanan pada kos historis atau aktual sebagai dasar pencatatan tidak berarti menolak sama sekali adanya kelayakan dan manfaat untuk mengadakan reorganisasi modal dan untuk menyesuaikan kembali aset, kewajiban, dan ekuitas bilamana hal ini memang jelas-jelas diperlukan khususnya dalam kejadian yang bersifat istimewa.

Kalau nilai menggeser kos historis sebagai rerangka kuntansi pokok, hal ini akan berakibat penyembunyian bahkan penghilangan data yang diukur secara paling objektif dan dapat diandalkan yaitu kos yang telah terjadi. Akan tetapi, kalau nilai pengganti tersebut dilaporkan sebagai data pelengkap pada saat-saat tertentu sesuai denagn kebutuhan maka hasilnya adalah jumlah rupiah (kos) yang ditentukan secara objektif tetap terpelihara denagn tambahan data yang memperjelas.

Revisi Kos Fasilitas Fisis

Dalam bebrapa hal khusu, penilaian kembali fasilitas fisis yang berakibat revisi terhadap kos tercatat tidak dapat dihindari. Penilaian kembali biasanya dilakukan oleh perusahaan penilai. Beberapa menghendaki penilaian kembali antara lain:

1. Perusahaan akan dibeli sehingga terjadi penggantian hak milik atau perusahaan entitas yang menghendaki pencatatan aset pada nilai perusahaan baru berdiri.

2. Kuasi-reorganisasi untuk penyerapan defisit.

3. Penggadaian aset yang menghendaki penilaian untuk menentukan nilai gadai.

4. Peraturan pemerintah yang mengharuskan revaluasi.

5. Terjadinya musibah yang menghendaki penilaian untuk keperluan ganti rugi asuransi.

Alasan Pendukung Revisi

Alasan yang mendukung revisi kos aset tetap secara umum bersandarkan pada alasan yang dikemukakan dalam akuntansi berbasis nilai. Berikut adalah bebrapa alasan yang sering diajukan untuk mendukung revisi :

· Distorsi informasi ekonomik

· Distorsi akumulasi dana penggantian

Argumen Penyanggah

Paton dan Littleton memberi argumen untuk menolak revisi kos historis fasilitas fisis :

· Revisi terus menerus tidak praktis

· Hasil penilaian tidak meyakinkan

· Depresiasi bukan akumulasi dana

Simpulan

Akuntansi fasilitas fisis atau aset tetap brwujud atas dasar kos mempunyai keunggulan dibandingkan dengan alternatif yang lain bilamana ditinjau dari kebutuhan dan kondisis-kondisi perusahaan pada umumnya. Bersamaan dengan itu, kalau keadan tertentu memang mengharuskan adanya revisi kos fasilitas fisis maka kos revisian atau pengganti dapat diakui dalam buku besar secara terpisah dengan buku besar kos aktual sehingga data kos historis tidak menjadi hilang atau tersembunyi.

Pengurangan Nilai Buku Fasilitas Fisis

Berkaitan dengan revisi kos fasilitas fisis adalah pengurangan atau penghapusan sebagain kos atau nilai buku karea alasan teknis atau ekonomik tertentu dan bukan semata-mata karena penurunan harga atau devaluasi. Pengurangan dapat dilakukan kalau suatu kondisi menyebabkan terjadinya penurunan kemampuan aset untuk mendatangkan laba atau kas di masa datang.

Indikasi Penurunan Kemampuan

PSAK No. 48 memberikan pedoman untuk mengidentifikasi adanya penurunan kemampuan suatu aset. Secara teknis, suatu aset daikatakan mengalami penurunan kemampuan bilaman nilai tercatat aset melebihi apa yang disebut jumlah rupiah atau jumlah terperoleh kembali.

Pengangguran Sementara

Kalau fasilitas fisis tertentu tidak dugunakan karena alasan musim atau lainnya maka pengangguran sementara ini tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan pengurangan besar kos aset. Demikian juga penurangan intensitas penggunaan sama sekali tidak dapat dijadikan alasan untuk pengurangan kos menjadi rugi.

Konversi Kos ke Rupiah Daya Beli

Karena daya beli dianggap stabil, rerangka akuntansi pokok atas dasar kos historis sering disangkal manfaatnya. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa satuan uang sebagai pengukur bahan olah akuntansi tidak stabil daya belinya.

Penyesuaian kos menjadi nilai pengganti menyangkut penggantian kos dengan nilai atau harga yang berlaku sekarang sedangkan konversi kos menjadi daya beli menyangkut penerapan angka indeks tingkat harga umum terhadap kos.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: